Rabu, 02 Agustus 2017

JEMBATAN MERAH ALUAN (JEMBATAN BAKTI)

Jembatan Merah Aluan adalah sebuah jembatan yang terletak di desa Bakti, Kec. Batu Benawa, Barabai, Kab. Hulu Sungai tengah.

Jembatan Merah Aluan merupakan sebuah tempat penyeberangan umum yang di gunakan seperti pada umumnya. Namun yang membuat jembatan ini terkenal adalah karna warnanya yang merah dan bentuknya terlihat berbeda dari jembatan lain pada umumnya. Jembatan ini menyerupai jembatan rumpiang yang ada di Kabupaten Barito Kuala, bisa di bilang ini adalah jembatan rumpiang dalam bentuk mini. Jembatan ini mudah di temukan karna letaknya berada di pinggir jalan.  Selain itu jembatan ini merupakan sebuah ikon yang memperkenalkan wilayah Aluan itu sendiri. Pemberian nama Aluan adalah berasal dari sebuah sejarah kecil yaitu desa ini dulunya di beri nama desa Aluan Bakti, namun se iring berkembangnya jaman desa ini berubah nama menjadi desa Bakti. Nama Aluan di hilangkan, namun warga sekitar masih menyebut wilayah mereka sebagai wilayah Aluan.



Info Perjalanan :
Barabai ke Aluan :
  • Start dari Jembatan Mesjid Shulaha (Kota Barabai) menuju arah ke Wisata Pagat.
  • Di Kelurahan Barabai Darat ada perempatan pilih arah lurus saja (kiri menuju Lapangan Pelajar, kanan menuju Muallimin)
  • Memasuki desa Benawa Tengah.
  • Setelah Gerbang Komplek Perumahan Guntur Permai akan ada pertigaan, pilih arah ke kiri yang ada ban di tengahnya (Jika lurus menuju Objek Wisata Pagat).
  • Melewati Batalion Tentara.
  • Memasuki Kecamatan Batu Benawa.
  • Memasuki desa Aluan Besar.
Menuju lokasi :
  • Sebelum Jembatan ada cabang jalan di sebelah kanan, belok ke situ (Jika lurus menuju ke Birayang).
  • Memasuki desa Bakti.
  • Nanti di sebelah kiri jalan akan terlihat sebuah jembatan berwarna merah.
  • Tibalah di Jembatan Merah Aluan.



My Diary / My Story :

Kali ini kita pergi dengan jumlah 3 orang : Aku, Rifki, dan Iki. Kita ke sini setelah balik dari Manggasang dan Pohon Sangkut, tak lupa singgah sejenik di cermin jalan pada tikungan di desa Pagat :D. Selanjutnya kita lanjutkan perjalanan melalui jalur desa Aluan dan terus mencari sungai yg ada lantingnya, ada ketemu tapi tempatnya terlalu ke bawah, masih ragu2 tinggalin motor :D. Next... lanjut lagi, di desa Aluan Iki ada punya teman yg namanya Fani, kita tanya ke orang katanya banyak yg namanya Fani, haha.. :D . Akhirnya Iki sebutkan ciri2 nya, pas banget yg kita tanya adalah orang tuanya dan ini adalah rumahnya :D. Tapi kata orang tuanya Fani nya lagi kaga ada di rumah, , tapi sebentar lagi balik. Kita di suruh masuk buat minum2 sebentar, tapi Iki menolak, katanya cuma numpang bersih-bersih aja karna waktu udah jam 5 sore, hee... :D.

Next... kata orang tuanya Fani ada jamban/lanting di belakang rumahnya. OK dahh ! kita kesana bertiga dan ketemu paman yg mandi dan bersih2. Masih sempat becandaan sama paman ini sambil tanya2 masalah ikan buntal, soalnya agak trauma kalau di sungai ini juga ada ikan buntalnya kayak di Manggasang, haha... :D. Next... setelah urusan bersih2 selasai kita balik lagi ke rumah Fani dan pamit sama orang tuanya :D. Setelah kita lanjut jalan, tak lama kita berpapasan dengan orang yg di cari, kaga sempat ngobrol cuma saling sapa :D.

Next.. kita tiba di desa Bakti, tepat di depan jembatan merah. Awalnya lagi kaga mood eksis2, tapi karna kesempatan cuma 1 kali di paksa2 aja dahh, haha... :D. Numpang letakin motor dulu di sekitar halaman rumah warga yg agak luas. Karna ini tempat penyeberangan umum susah juga terlalu banyak gaya karna malu2in, haha.. :D. Kadang di sini setiap kali mau jepret pasti ada orang yg lewat, ulang lagi dahh, haha.. :D. Kalau aku yg di suruh jepret pasti fotonya kebanyakan blur karna kaga konsentrasi, hihi.. :D. Walaupun begitu masih ada foto2 yg bagus :D. Next.. karna waktu hampir senja kita pulang menuju ke rumahku :D.



Foto-foto kami saat di Jembatan Merah Aluan :






Foto di Cermin Jalan :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar