Jumat, 10 November 2017

AIR TERJUN RAMPAH MENJANGAN

Air Terjun Rampah Menjangan adalah sebuah air terjun yang terletak di Kampung Loa Panggang, desa Lok Lahung, Kecamatan Loksado, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Air Terjun Rampah Menjangan merupakan air terjun yang sangat terkenal di kalangan traveler, air terjun ini pernah di siarkan dalam acara Televisi Swasta. Air Terjun Rampah Menjangan memiliki ketinggian sekitar 30 meter dan terletak di pedalaman hutan meratus. Air terjun ini berbentuk tegak lurus dan bagian bawahnya tidak terlalu dalam karna di penuhi bebatuan. Untuk menuju ke Air Terjun Rampah Menjangan di perlukan waktu sekitar 2 jam dengan berjalan kaki, sedangkan jalan yang di lalui banyak berupa tanjakan. Dalam perjalanan menuju air terjun ini anda akan banyak di suguhi pemandangan yang menarik seperti perbukitan dan riam sungai. Jika ingin menuju ke sini di perlukan fisik dan mental yang kuat, selain itu sediakan bekal makanan dan air minum yang cukup serta obat-obatan yang di perlukan.



Air Terjun ini merupakan salah satu 3 barisan rampah yang terletak di desa Loa Panggang. Jika kita melakukan penelusuran dari sungai bagian bawah pertama-tama kita akan menemukan Rampah Lambin, semakin ke atas kita akan menemukan Rampah Jelatang, dan makin ke atas lagi kita akan menemukan Rampah Menjangan.  Namun jarak di antara ke tiga air terjun tersebut tidaklah dekat, Rampah Menjangan berada di tingkat paling atas. Penamaan Rampah Menjangan konon berawal dari seorang pemburu yang sedang kejar-kejaran dengan seekor kijang (menjangan), pemburu tersebut menggunakan anjing-anjing yang sudah terlatih, pada akhirnya kijang tersebut berhasil di lumpuhkan, namun di luar dugaaan kijang tersebut masih dapat berlari walaupun di penuhi luka, hingga akhirnya pemburu kehilangan jejaknya. Tak berapa lama setelah pemburu berjalan pulang dia menemukan sebuah air terjun yang indah dan tinggi, namun air terjun itu berwarna ke merah-merahan seperti darah. Setelah pemburu mendekati air terjun itu ternyata ada seekor kijang yang di penuhi luka karna di duga terjatuh dari ketinggian air terjun, kijang tersebut merupakan kijang yang telah menjadi sasaran sang pemburu tadi. Oleh sebab itu air terjun tersebut di beri nama Air Terjun Rampah Menjangan, dalam Bahasa Indonesia menjangan berarti kijang.


Info Perjalanan :
Barabai ke Kandangan :
  • Start dari perbatasan Kota Barabai-Kandangan (Kabupaten HST-HSS).
  • Terus lurus menuju arah Kota Kandangan.
  • Melewati desa Bamban Utara – Bamban – Bamban Selatan – Angkinang – Angkinang Selatan – Pakumpayan – Bakarung – Gambah Luar.
  • Nanti ada pertigaan seperti huruf “Y” pilih arah ke kiri.
  • Terus lurus melewati Waterboom Kandangan dan Terminal Bus Kandangan.
  • Ketemu lagi pertigaan di tengahnya ada Bundaran Ketupat, pilih arah sebelah kiri menuju Kecamatan Loksado (jika ke kanan menuju Kota Kandangan).
Kandangan ke Loksado :
  • Start Tugu Bundaran Ketupat.
  • Jika dari arah Kota Barabai pilih kiri, jika dari arah Kota Rantau pilih kanan.
  • Ada perempatan lagi pilih arah sebelah kiri menuju Kecamatan Loksado (lurus menuju jalan alternatif ke Kota Rantau, kanan menuju Kota Kandangan).
  • Terus lurus melewati desa Karang Jawa Muka – Karang Jawa – Kaliring – Jembatan Merah – Padang Batung – Batu Bini.
  • Melewati Gunung Batu Bini.
  • Ada pertigaan seperti huruf “Y”, pilih arah ke kanan (kalau sebelah kiri menuju Desa Madang/Tayub).
  • Melewati  TMP Pusara Bakti Banua.
  • Melewati desa Mawangi.
Memasuki Kecamatan Loksado :
  • Melewati desa Halunuk – Panggungan – Lumpangi.
  • Terus lurus melewati tanjakan yg sangat tinggi, jalannya menikung ke arah kiri lalu ke kanan (bagi yg belum pernah kesini pasti terkejut :D)
  • Di sekitar desa Lumpangi jika ada pertigaan pilih arah lurus saja (jika ke kanan menuju arah ke Batulicin)
  • Terus lurus hingga sampai di retribusi pembayaran, untuk melanjutkan perjalanan harus membayar seharga Rp.5.000,-
  • Memasuki wilayah desa Hulu Banyu (desa Muara Hatip).
  • Melewati Wisata Graha Sungai Amandit di desa Muara Hatip.
  • Terus lurus melewati gerbang Wisata Pemandian Air Panas Tanuhi.
  • Melewati jembatan hingga ketemu pertigaan seperti huruf “T”, pilih arah ke kanan menuju desa Haratai (jika ke kiri menuju desa Ulang/Pemandian Air Panas Tanuhi)
  • Melewati desa Tumingki dan desa Loksado (desa Urui).
  • Memasuki Gerbang Wisata Loksado
  • Hingga sampai di pertigaan seperti huruf “Y”, di depannya ada Pos Ojek, pilih arah ke kanan yg jalannya menurun.
  • Terus lurus hingga menemukan jembatan di sebelah kiri, jika ke sana menuju Air Terjun Haratai, pilih arah lurus.
  • Memasuki desa Loklahung.
  • Melewati Wisata Outbound.
  • Nanti ada jembatan lagi di sebelah kiri jalan, kali ini jembatannya agak turun naik, belok ke situ.
Menuju Kampung Loa Panggang :
  • Setelah jembatan, belok ke kiri menuju desa Loa Panggang (jika lurus menuju desa Kamawakan)
  • Melewati Balai Adat Malaris.
  • Dari sini harus melewati 5 kali jembatan.
  • Setelah jembatan pertama akan melewati Air Terjun Riam Barajang dan penunjuk jalan ke Air Terjun Riam Hanai.
  • Terus lurus mengikuti penunjuk arah jalan ke Air Terjun Rampah Menjangan.
  • Tiba di desa Loa Panggang yg terdapat beberapa rumah penduduk.
  • Parkir motor seharga Rp.5.000,- per kendaraan.
Menuju Lokasi :
  • Di lanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 2-3 jam tergantung tenaga dan kecepatan.
  • Disini ada 3 pilihan jalur, jalur kiri berada di belakang rumah warga, jalur tengah harus bersiap-siap sedikit mencelupkan kaki ke air, jalur kanan jalannya bersemen dan turun naik, terserah mau pilih yg mana.
  • Sebaiknya menyewa guide / pemandu untuk menunjukan jalan bagi yg pertama kali ke sini.
  • Melewati 11 kali anak sungai.
  • Karna kami melewati jalur tengah, jadi menghitung anak sungainya harus dari sini.
  • Melewati aliran air pembuangan limbah.
  • Pada anak sungai yg pertama ada persimpangan, pilih arah lurus, jika ke kiri nanti bisa nyasar ke daerah perbukitan dan persawahan.
  • Melewati daerah perkebunan.
  • Setelah melewati anak sungai yg yg ke 3 ada pertigaan, jika ke kanan menuju tempat parkir (jalannya sudah di semen), pilih arah sebelah kiri.
  • Di sini memang terdapat beberapa persimpangan, tapi tetap pilih arah lurus.
  • Pada anak sungai yg ke 9 jalannya sudah mulai menanjak.
  • Pada anak sungai yg ke 11 di samping sebelah kanan terdapat air terjun / riam.
  • Semakin lama jalannya semakin menanjak.
  • Setelah tanjakan yg lumayan tinggi ada persimpangan,  di tengahnya ada bekas tempat duduk, mungkin untuk memagari jalan lurus yg menanjak, pilih arah sebelah kiri.
  • Setelah tanjakan yang lumayan tinggi lagi nanti ada jalan yang terbagi 2, antara menanjak (sebelah kanan) dan menurun (lurus) , pilih jalan yg menanjak (Jika yg menurun menuju ke Rampah Jelatang).
  • Terus lurus menaiki jalan yg menanjak hingga menemukan sebuah pondok di atas puncak bukit (di sini dapat beristirahat sejenak)
  • Di sebelah kanan dekat pondok ada jalan setapak, ikuti jalan tersebut, jalannya sedikit curam, namun tidak menanjak.
  • Dari sini mungkin akan menempuh perjalanan sekitar 15 menitan lagi.
  • Melewati 1 kali lagi anak sungai yg agak luas.
  • Mengikuti jalan yg berlawanan dengan arus sungai.
  • Tibalah di Air Terjun Rampah Menjangan.
  • Jika ada jalan yg terus menanjak dan menjauhi aliran sungai jangan mengikuti jalan tersebut, karna kemungkinan itu adalah jalan menuju ke bagian atas air terjun.


My Diary / My Story :

Kali ini kita pergi dengan jumlah 5 orang : Aku, Iki, Udin, Ancah, dan Hasan (temennya Ancah). Rencana berawal dari Ancah yg ngajakin aku minggu lalu setelah pulang dari desa Nateh, waktu itu katanya dia ingin ngajak kelompok motornya (KBMC) ke sebuah air terjun, tapi kaga tau mau ke air terjun apa. Pada akhirnya aku mengusulkan untuk pergi ke Air Terjun Rampah Menjangan, karna air terjun ini merupakan bagian rencana yg sudah aku dan Iki atur dari jauh-jauh hari, namun waktunya belum ada yg tepat :D. Setelah waktu yg di tentukan tiba, rencana di mulai dari kesepakatan berangkat antara Aku dan Iki. Waktu ini Iki sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumahku, kemudian aku sempat ngajak Udin dan dia setuju karna aku bilang kita berangkat bersama kelompok KBMC :D. Setelah Iki dan Udin sampai di rumahku, kita berangkat menuju rumah Ancah, ternyata Ancahnya masih molor :(.

Next... setelah kita bangunin Ancah, dia mulai bersiap-siap dan mulai menghubungi teman-temannya yg lain, mereka merupakan kelompok dari KBMC. Namun ternyata trip bersama KBMC gagal karna mereka sedang sibuk dengan acara masing-masing :( . Tapi Ancah berhasil mengajak satu orang temannya yaitu Hasan, namun dia ada kendala kalau kaga di jemput, sedangkan letak rumahnya berada di Desa Telang dan jaraknya lumayan jauh dari rumah Ancah, hanya Ancah dan Udin yg tau rumahnya. OK dahh, karna hanya Ancah dan Udin yg tau raumahnya, mereka berdua berangkat ke rumah Hasan, sedangkan aku dan Iki tetap tinggal di rumah Ancah menunggu mereka balik, terpaksa dahh harus nunggu lagi :(. Setelah mereka kembali bersama Hasan kita berniat untuk mengajak Saidi agar memperbanyak peserta, namun mengajak Saidi juga gagal karna hari ini dia ada acara kencan dengan gebetannya :( . Kali ini kita sudah terlalu banyak mengulur waktu, padahal tempat yg di tuju adalah tempat yg tergolong jauh. Tanpa banyak bicara lagi akhirnya kita berangkat dengan jumlah 5 orang, aku ikut Udin, Ancah ikut Hasan, dan Iki bawa motor sendiri. Kita berangkat melalui jalur Hantakan, karna jalur ini lebih cepat sampai ke Loksado jika di ukur dari tempat kita berada.

Next.. setelah sampai di Loksado ternyata waktu baru sekitar jam 12 siang. Kita lanjutkan lagi perjalanan menuju ke Desa Loklahung. Setelah sampai di Gerbang Wisata Alam Loksado kita singgah sebentar nunggu Ancah dan Hasan ganti posisi bawa motor. Dari sini Ancah mulai asik bikin video rekaman sepanjang jalan :D. Next.. setelah sampai di desa Loklahung kita beli alat-alat keperluan hidup dulu, kalau kaga beli nanti bisa makan daun dan rumput, xixixi :D. Setelah transaksi selesai ternyata Iki duluan dan menghilang, dan ternyata dia juga beli alat-alat keperluan hidup di toko yg berbeda :D. Next.. untuk melanjutkan ke Desa Loa Panggang kita harus  menyeberangi jembatan gantung. Setelah sampai di seberang Ancah mulai lagi bikin rekaman narsisnya, hahaha :D. Beberapa saat kita menelusuri jalan dan akhirnya tiba juga di desa Loa Panggang, tanpa membuang waktu kita langsung parkir motor dan berangkat dengan trekking :D.

Next.. waktu trekking untung ada Udin disini, jadi perjalanan kaga sepi, ada yg ngelawak sepanjang jalan, hahaha :D. Sementara Ancah di sini sibuk main rekam-rekaman, kali aja ada penampakan yg misterius, xixixi :D. Setelah cukup jauh menelusuri jalan, kita menemukan sebuah riam yg hampir mirip dengan air terjun di sebelah kanan jalan, karna Hasan dan Ancah belok ke situ mau ngambil foto, yg lain ikut-ikutan aja dahh, xixixi :D. Setelah puas foto-foto di sini kita lanjutkan lagi perjalanan. Semakin lama jalannya semakin menanjak, perjalanan di lanjutkan dengan gaya ala siput ngepot, kaga ape-ape lah aku yg belakangan, biar hemat tenaga dan listrik :D. Karna tempat yg di tuju masih lumayan jauh, kita istirahat sejenak di tempat yg tanahnya kayak seluncuran yg di tengahnya di halangin pohon. Kita piknik dulu di sini mumpung masih banyak cemilan :D. Waktu kita santai-santai tak berapa lama datanglah gerombolan orang-orang yg baru kembali dari Air Terjun Rampah Menjangan, kita sejenak saling sapa :D. Waktu ini aku letakin minuman di tempat yg kurang pas, setelah tergeser tiba-tiba jatuh dahh botolnya :O . Mau turun males lagi nanjaknya karna jatuhnya lumayan jauh walaupun botolnya masih bisa di lihat. Untung dari gerombolan tadi ada yg berbaik hati mau lempar botol yg sudah terlanjur di ikhlaskan, xixixi :D.

Setelah melanjutkan perjalanan dan hampir sampai di pondok yg berada di atas puncak bukit ada lagi gerombolan lain yg baru datang dari air terjun. Kali ini aku istirat dulu nungguin gerombolan lain turun semua, soalnya jalannya sempit dan curam :D. Sementara yg lain udah duluan nyampai di pondok yg ada di atas puncak bukit. Kasian dahh mereka mulai lapar dan haus lagi, sementara yg bawa makanan  dan minuman datangnya telat, xixixi :D. Next.. setelah aku tiba di atas puncak kita istirahat dulu sambil eksis-eksis, mumpung pemandangan di sini bagus :D . Setelah lelah mulai hilang kita nungguin Iki dulu yg mau check in jalannya sendirian, Karna jalannya udah betul kita lanjutkan lagi perjalanannya.

Setelah menelusuri beberapa anak sungai akhirnya sampai juga di Air Terjun Rampah Menjangan. Pertama kali liat air terjunnya memang begitu menakjubkan karna ketinggiannya. Oke dahh.., karna waktu udah menunjukan jam 3 sore kita puas-puasin dulu ngambil foto dan melakukan beberapa hal, lumayan senang dan bebas berada di sini karna cuma ada kita berlima :D. Setelah waktu menunjukan jam 4 sore akhirnya kita bersiap-siap untuk pulang. Mumpung masih ada sedikit kesempatan, aku dan Iki mau ngambil beberapa foto lagi walau yg lain udah jalan duluan :D. Setelah puas eksis-eksisnya kita lanjutkan lagi perjalanan.


Kali ini aku jalannya agak lambat karna mau nyari sumber air buat ngisi botol minuman yg kosong. Setelah ketemu sumber air rasanya hati terasa senang :D. Setelah selesai mengisi air ternyata aku kehilangan jejak Iki :O. Dari sini aku mulai nyasar sendiri karna lupa jalan, mau ikutin lewat sungai, kayaknya kaga pernah lewat sungai ini karna sungainya terlalu menurun, mau lurus setelah di telusuri ternyata jalannya buntu, mau nyeberang kayaknya kaga ada jalan, tapi insting mengatakan harus nyeberang, akhirnya aku cari tebing yg bisa di panjat, setelah hampir sampai di atas ternyata ada Iki yg lari-larian kembali menuju sungai, aku panggil aja dulu, syukur yg ini jalannya benar :D. Buat Iki Sang Guide Sejati terimakasih banget karna udah ngasih sinyal, xixixi :D. Setelah di pantau dari sini ternyata jalannya memang ada, cuma aku aja kaga perhatikan ke bagian situ :D. Next.. kita lanjutkan perjalanan menyusul yg lain hingga sampai pondok yg ada di atas puncak. Setelah semua berkumpul kita lanjutkan lagi dengan terus berjalan hingga sampai ke Desa Loa Panggang, karna waktu udah menunjukan sekitar jam 5 sore kita bergegas pulang menuju Kota Barabai dengan melalui jalur Hantakan lagi :D.


Foto-foto kami saat di Air Terjun Rampah Menjangan :

















Foto-foto kami di perjalanan saat menuju Air Terjun Rampah Menjangan :







 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar