Jumat, 09 Maret 2018

AIR TERJUN TAYAK PART. 2

Air Terjun Tayak adalah sebuah air terjun yang terletak di Kampung Hampang, Desa Uren, Kec. Halong, Paringin, Kab. Balangan.
Air Terjun ini memiliki ketinggian sekitar 6 meter dengan beberapa tingkat, tingkat yang  paling bawah adalah yang tertinggi. Air Terjun ini memiliki bebatuan yang tidak rata membentuk seperti tangga, sehingga menjadi mudah untuk di daki hingga ke tingkat yang paling atas. Pada bulan Juni 2016 wisata ini sedang naik daun dan di kunjungi lebih dari 500 orang.  Untuk mencapai tempat ini dari Desa Hampang lumayan sulit karna jalan yang di lalui turun naik dan tidak bisa menggunakan motor, di perlukan waktu sekitar 40 menit - 1 jam untuk dapat tiba di air terjun. Di tempat ini sudah di buatkan fasilitas seperti WC, tangga dan tempat duduk, serta ada beberapa warung.



Info Perjalanan :
Barabai ke Paringin :
  • Start dari Perbatasan Kabupaten Hulu Sungai Tengah – Balangan (Barabai-Paringin).
  • Terus lurus menuju Kota Paringin.
  • Melewati Desa Hamparaya - Timbun Tulang – Teluk Mesjid – Batu Mandi – Bungur – Riwa.
  • Di Desa Riwa ada pertigaan, pilih arah sebelah Kanan menuju Kota Paringin (kalau ke kiri menuju ke Kecamatan Lampihong).
  • Melewati Desa Mantimin –Mampari – Batu Piring.
  • Melewati Pom Bensin – Kantor Kemenag Balangan – Kantor Polisi. 
  • Terus lurus hingga menemukan jalan yang terbagi 2.
Paringin ke Halong :
  • Terus lurus hingga menemukan perempatan.
  • Di dekat Mesjid Al-Akbar ada perempatan, pilih arah ke Kanan. (jika lurus menuju Pasar Paringin/ Kota Tanjung).
  • Ada perempatan lagi pilih arah lurus (ke kiri menuju Pasar Paringin, ke kanan menuju Kecamatan Awayan)
  • Ada pertigaan seperti huruf “Y” pilih arah sebelah kanan (jika ke kiri menuju Pasar Paringin).
  • Ada perempatan lagi pilih arah ke kanan (jika ke kiri menuju Pasar Paringin, jika lurus menuju Rumah Sakit Balangan).
  • Melewati Desa2 di Kecamatan Paringin (Paringin Timur – Balida – Murung Ilung – Balang – Mangkayahu – Paran – Babayau – Lok Batung – Lamida).
  • Melewati Desa2 di Kecamatan Juai (Muara Ninian – Marias – Buntu Karau – Sirap – Mungkur  Uyam – Teluk Bayur – Juai – Galumbang).
Memasuki Kecamatan Halong :
  • Melewati desa Bangkal – Binju – Baruh Panyambaran – Binjai Punggal – Halong
  • Di desa Halong ada perempatan yg di tengahnya ada tugu, pilih arah ke kanan menuju Pasar Halong.
  • Nanti ada pertigaan lagi seperti huruf “Y” pilih arah ke kiri.
  • Memasuki desa Tabuan.
  • Disekitar desa Tabuan ada pertigaan, pilih arah ke kiri yg ada jembatan besi.
  • Melewati desa Mantuyan.
  • Di desa Mantuyan ada pertigaan yg di sebelah kiri ada jembatan besi, tetap pilih arah lurus.
  • Melewati desa Mauya.
  • Memasuki desa Uren.
  • Jika nanti ada beberapa pertigaan di sebelah kiri, tetap pilih arah lurus.
  • Setelah sampai di pertigaan seperti huruf “Y” , di sebelah kiri jalannya tidak beraspal dan di sampingnya ada warung, belok ke arah sana menuju ke desa Hampang (jika ke kanan menuju Kecamatan Tebing Tinggi).
Menuju Kampung Hampang :
  • Dari sini sekitar 20 menitan lagi.
  • Melewati Jembatan Uren.
  • Jika ada pertigaan jalan tetap pilih arah lurus, jangan belok kiri.
  • Tiba  di tempat parkir, harga parkir Rp. 5.000 per orang.
  • Di lanjutkan dengan berjalan kaki mengikuti penunjuk arah ke Air Terjun Tayak.
Menuju lokasi :
  • Setelah tempat parkir ada pertigaan di sebelah kanan jalan yg jalannya agak luas, belok ke situ.
  • Jalannya terkadang menanjak dan terkadang menurun.
  • Di perlukan waktu sekitar 40 menit menuju ke Air Terjun Tayak (tergantung tenaga dan kecepatan).
  • Bayar masuk seharga Rp. 5.000 per orang.
  • Hampir tiba di tempat tujuan bayar lagi Rp. 2000 per orang.
  • Tibalah di Air Terjun Tayak.


My Diary / My Story :

Kali ini kita pergi ke sini dengan jumlah 10 orang : Aku, Iki, Jumadi, Ancah, Fitri (keluarga aku) dengan gebetannya (Rifani) serta 4 orang temennya (Lisa dengan gebetannya (Maidi), Kipli dengan temennya 1 orang cowok). Rencana berawal dari Fitri ngajakin aku pergi ke Air Terjun Tayak dari 2 hari yg lalu, tapi dia kaga tau jalannya. Oke dahh aku yg jadi guidenya :D, kebetulan hari ini juga berkenaan dengan Hari Festival Dayak yg di selenggaran di Kecamatan Halong (Desa Kapul) yg se arah dengan jalur tempat yg kita tuju. Next.. pada saat hari yg di tentukan tiba, aku dan Fitri saling mengajak teman-teman yg ingin ikut. Aku hanya berhasil mengajak Iki dan Ancah, namun kebetulan Jumadi juga ingin ikut, jadi dari pihak aku ada 4 orang. Di mulai dari jam 8 pagi aku dan yg lainnya berangkat ke rumah Fitri yg ada di Desa Hapingin dengan Aku ikut Iki dan Ancah ikut Jumadi. Karna Fitri masih tergolong keluarga aku, jadi rumahnya berdekatan dengan rumah nenek. Aku dan teman-temanku di suruh nenek masuk dulu ke rumah. Tapi mereka kaga mau karna kita sedang di kejar-kejar waktu, oke dahh mungkin lain kali Nek :D.

Next.. perjalanan di mulai dari Desa Hapingin menuju Desa Birayang dengan mengikuti Fitri, katanya dia mau ngajak gebetan dan teman-temannya dulu :D. Setelah sampai di Desa Birayang kita menunggu dekat Jembatan Birayang, di sini Ancah sempat ngajak temennya lewat telpon dan menyuruh untuk pergi ke Jembatan Birayang. Setelah lama menunggu akhirnya Fitri nyuruh kita jalan duluan sedikit dan dia ngobrol sebentar dengan 2 orang cowok (siapa itu ya ? :D). Setelah obrolan mereka selesai kita jalan lagi, namun Fitri jalannya agak pelan, sedangkan Iki ingin cepat, haha :D. Mau gimana lagi, terpaksa jalan lamban karna Fitri sambil menunggu teman-temannya :D. Sedangkan teman Ancah yg di ajakin tadi lost koneksi dan kaga ada khabarnya lagi setelah di tunggu cukup lama, anggap aja dahh kaga jadi ikut :( . Next.. setelah sampai di Desa Abung, akhirnya Fitri pindah posisi dengan ikut gebetannya dan ada tambahan peserta lainnya. Karna Iki mau bergegas sebab jarak air terjun yg di tuju cukup jauh, akhirnya kita jalan duluan dengan mengimbangi sedikit kecepatan kelompok Fitri yg ada di belakang. Setelah sampai di Desa Lokbatu kelompok Fitri hilang lagi, akhirnya kita memutuskan untuk berhenti dan menunggu. Setelah cukup lama menunggu Fitri menghubungi aku dan nongol juga dari kejauhan. Next.. kita berangkat lagi dan setelah tiba di persimpangan Desa Lokbatu mereka hilang lagi. Akhirnya kita memutuskan untuk tetap terus berjalan dan menunggu di lain tempat.

Setelah tiba di perempatan jalan yg sudah masuk dalam kawasan Kota Paringin kita menunggu mereka dulu dan saling telpon-telponan dengan Fitri. Dengan waktu yg lumayan lama akhirnya nongol juga mereka :D. Setelah semuanya berkumpul kita lanjutkan lagi perjalanan ke Kecamatan Halong dengan bawa motor agak cepat. Aku ikut Iki, Ancah ikut Jumadi, Fitri sama Rifani, Lisa sama Maidi, dan Kipli sama temannya.

Setelah sampai di Pertigaan Desa Halong aku, Ancah, Lisa, dan Maidi beli air mineral dan cemilan dulu. Sedangkan Jumadi dan Iki pergi nyari sesuatu di toko lain. Dan Fitri, Rifani, Kipli dan temannya malah mojok ke pinggiran jalan dan agak kebelakang dari kios :D, mungkin mereka masih agak canggung karna kita belum saling kenal :D. Setelah aku transaksi tiba-tiba acil kios nanya kalau kita mau pergi kemana. Dan aku jawab mau ke Air Terjun Tayak. Kata Acil Kios mending ke Desa Kapul, jaraknya deket dari sini dan di sana ada acara sejenis Festival Suku Dayak. Sebenarnya kita udah tau kalau di Desa Kapul ada acara, tapi bikin penasaran juga. Jadi setelah Iki dan Jumadi balik aku mengusulkan untuk mampir ke Desa Kapul sebentar. Karna mereka juga penasaran jadi mereka setuju untuk pergi ke sana.

Next.., setelah sampai di sana ternyata jalanan memang padat, karna sudah terlanjur memasuki keramaian akhirnya kita memutuskan untuk mencari tempat buat letakin motor. Setelah ke pojok bagian Balai Adat Kapul ada juga lahan yg kosong. Nahh... disinilah kita parkir motor dan mulai acara kenal-kenalannya :D. Tapi nyatanya aku lupa satu nama di antara mereka, hehee :D. Karna mereka kaga mau pergi mendekati panggung acara, akhirnya cuma aku, Iki, Jumadi, dan Ancah yg pergi dan yg lain tetap tinggal di pojok balai.

Awalnya memang biasa-biasa saja, tapi Iki ada kenalan di sini, jadi suasana agak sedikit berbeda :D. Kita juga sempat foto-foto, tapi yg bikin nyesel kaga sempat foto bareng sama satupun dari mereka (penduduk dayak) :( . Sebenarnya masih mau berlama-lama disini, tapi kaga enak sama mereka yg nunggu :D. Oke dahh kita balik lagi ke pojok balai dan kita tunjukan foto-foto hasil di tempat tadi. Ternyata mereka nyesel juga kaga ikut bareng kita, xixixi :D.


Next.. setelah semua berkumpul kita lanjutkan perjalanan ke Air Terjun Tayak. Sebelumnya waktu di jalan yg mepet-mepet untuk keluar dari keramaian sempat berpapasan dengan Fauzan (GARIMBAS) dan teman-temannya. Kita hanya sempat saling berjabat tangan lalu keluar dari padatnya orang-orang :D. Setelah terbebas dari rasa kejepit kita keluar juga dari Desa Kapul :D. Selanjutnya kita lanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Tayak. Karna kita udah hafal jalannya, jadi bisa lebih cepat tanpa harus bertanya-tanya. Setelah sampai di jalan yg hanya ada tanah merah, mereka yg belum pernah ke sini agak kesulitan bawa motor, tapi terpaksa harus ngikutin kita karna kaga ada pilihan lain, hehe :D. Setelah melewati jembatan Desa Urin kita menemukan persimpangan jalan, sempat lupa-lupa ingat jalannya. Tapi insting mengatakan tetap lurus di banding belok kiri. Oke dahh, kita pilih lurus dan berpapasan dengan beberapa anak-anak desa, kata mereka air terjunnya di tutup dengan bicara singkat. Tapi kita tetap kaga percaya dan tetap melanjutkan perjalanan.

Next.. setelah hampir sampai di tempat parkir kita melihat para penduduk sedang mempersiapkan sesuatu untuk aruh adat. Setelah sampai di tempat parkir aku kasih saran buat mereka untuk beli air minum dulu, karna perjalanan yg di tempuh dengan trekking lumayan jauh. Hanya beberapa yg beli air minum, malah yg di beli kemasan kecil, terserah aja dahh :D. Sebelum memulai trekking kita bayar parkir dan bayar pajak dulu seharga 10rebo. Ternyata air terjunnya kaga di tutup, selanjutnya kita memulai trekking.

Aku agak lupa arah menuju jalan setapaknya, untung masih ada Iki yg ingat :D. Perjalanan yg di tempuh seperti biasa selalu turun naik dan agak becek, bagi kelompok Fitri jalannya tergolong sulit karna mereka baru pertama kali lewat jalan kayak gini selama kurang lebih 1 jam. Di perjalanan memang agak kewalahan, jadi sebentar-sebentar istirahat dan minum air dulu. Lama kelamaan akhirnya kita terpisah jadi 2 kelompok : Kelompok aku : aku, Ancah, Lisa, Maidi, Kipli dan  temannya. Sedangkan Kelompok Iki : Iki, Jumadi, Fitri, dan Rifani. Kelompok aku jalan duluan dan kelompok Iki nyusul belakangan. Waktu di jalan aku cuma bisa ngobrol dan becandaan sama Ancah, kadang sama Maidi, karna yg lain lebih memilih diam, jadi agak susah akrab :D . Next.. , lama kelamaan Lisa dan Maidi agak telat jalannya, jadi terpisah beberapa meter. Pada waktu menemukan persimpangan jalan aku agak lupa jalannya, waktu dulu ada petunjuknya, tapi sekarang sudah hilan. Jadi terpaksa aku harus nyuruh yg lain tunggu dulu dan memeriksa salah satu jalannya, bener atau salah tetap aku harus balik. Sedangkan jalan yg ku periksa berasa agak beda kayak dulu, seharusnya ada turunan yg jalannya agak besar, tapi ternyata salah. Oke dahh, jadi aku harus balik lagi dan berarti jalan yg satunya yg benar ;D. Setelah ada tempat peristirahatan lagi sebelum menuruni jalan kita istirahat dulu sejenak. Di sini kita di susul oleh Lisa dan Maidi, mereka juga ikut istirahat :D. Keadaan kita memang agak kelelahan, aku nawarin air untuk Kipli dan temannya karna mereka kelihatannya kaga bawa air. Oke lah mereka mau dan di sinilah kita agak akrab dikit :D.

Next.. , kita lanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Tayak, dikit lagi nyampai setelah jalan yg menurun. Setelah hampir tiba di sungai aku terkejut karna ada plang yg bertuliskan 5 rebo rupiah jika ingin masuk, padahal dulu kaga ada, katanya buat bayar kebersihan. Karna udah terlanjur nyampai sini mau kaga mau harus bayar walaupun kantong-kantong kita udah mulai tipis :( . Ternyata tempatnya sangat berbeda dari sebelumnya, sepertinya sudah di renovasi dengan beberapa fasilitas seperti tempat duduk, tangga, jembatan, WC, warung, dan gazebo. Yg lain udah kaga sabaran mau mendekati air terjun, sedangkan aku dan Ancah ngobrol-ngobrol sebentar sama paman yg jaga tempat ini sambil menunggu yg lain nyusul. Dengan beberapa perbincangan datanglah Iki, Jumadi, Fitri, dan Rifani menyusul kita. Setelah semua berkumpul akhirnya kita mulai mendekati air terjun bersama-sama. Untuk mengganjal perut yg lapar kita buka-buka cemilan dulu buat di makan :D.


Disini Aku, Iki, Jumadi, dan Ancah lagi asik-asik eksis di seberang air terjun. Fitri, Rifani, Lisa, dan Maidi sedang asik-asik eksis di bagian bawah air terjun. Sedangkan Kipli dan temannya lagi asik-asik eksis di bagian atas air terjun :D. Setelah aku, Iki, Jumadi, dan Ancah mulai mendekati air terjun disinilah babak keseruannya :D. Sebenarnya kita mau eksis bareng-bareng semuanya, tapi sayang Maidi dan temennya Kipli kaga mau di ajak, kaga lengkap dahh personelnya :( .

Next.. setelah udah mulai puas di sini kita balik lagi ke tempat parkir. Waktu di perjalanan kita terpecah lagi jadi 2 kelompok : Kelompok 1 : Iki, Lisa, Maidi, Kipli, dan temannya, sedangkan Kelompok 2 : aku, Ancah, Jumadi, Fitri, dan Rifani. Waktu di perjalanan Fitri agak cuek banget, waktu di tanjakan di tawarin air malah kaga mau. Pas di tawaran air yg ke dua kalinya baru mau, minumnya tergesa-gesa pula sampai tumpah ke baju, haha :D (aneh aku liat tingkahnya). Tak berapa lama kita menemukan cabang jalan, di sini Rifani dan Fitri nekat pilih jalan sesuai insting, walaupun instingnya berbeda dengan kita, ujung-ujungnya juga tetap ketemu hanya beberapa saat (ternyata banyak jalan pintas) :D. Setelah sampai di tempat parkir kita bingung mau nyari tempat bersih-bersih dimana, karna jalan yg kita lalui tadi benar-benar becek. Ternyata kata warga sekitar ada pompa air di belakang rumah mereka, jadi kita bisa bersih-bersih dulu. Setelah bersih-bersihnya selesai kita lanjut lagi ke tempat parkir dan ngobrol-ngobrol sebentar dengan penduduk pada serambi rumah mereka. Iki sempat wawancara pada perkumpulan penduduk yg mempersiapkan sesuatu untuk aruh adat, entahlah info apa yg dia dapatkan :D.

Next... waktunya kita keluar dari Dusun Hampang, kata mereka tentang perjalanan ke sini lebih jera di masalah harga daripada perjalanannya walaupun cukup sulit, entahlah semua tergantung pendapat masing-masing :D .Di perjalanan keluar dari Dusun Hampang setelah melewati Jembatan Uren Kipli dan temannya sempat jatuh dari motor karna melalui jalan yg becek. Kita nyari sungai dulu buat mereka bersih-bersih, untung kaga banyak bagian yg kotornya jadi bisa agak cepat, setelah mereka selesai bersih-bersih kita lanjutkan lagi perjalanan.


Waktu sudah menunjukan jam 5 sore, barulah kita keluar dari Dusun Hampang. Next.. kita lanjutlan perjalaman pulang dengan agak cepat karna Iki yg memimpin. Mumpung lewat Kecamatan Juai Iki ngajak aku foto-foto di Tugu Waluh :D, jadi kita putar arah dari persimpangan dan mereka juga ngikutin :D. Karna kita bilang agak lama di sini jadi yg lain pulang duluan, sekarang hanya tinggal aku, Iki, Jumadi, dan Ancah walaupun Jumadi dan Ancah di sini kaga mau foto-foto. Setelah acara foto-fotonya selesai kita lanjutkan perjalanan. Tidak terasa udah hampir tiba di Kota Paringin, di sini Jumadi mengusulkan untuk lewat jalan kota saja karna dia mau nyari SPBU buat ngisi bahan bakar, kalau lewat Kecamatan Awayan kaga ada SPBU, oke dahh kita setuju aja :D. Setelah sampai di Desa Riwa baru ada SPBU yg buka. Jumadi ngisi bahan bakar dulu dan aku sempat buka cemilan yg tersisa. Setelah Jumadi balik dari SPBU kita sempat over-overan makanan di jalan :D. Tak berapa lama datanglah hujan, untung aja Iki bawa jas hujan, sedangkan Jumadi kaga bawa, mereka cuma amankan HP ke dalam joke motor dan langsung ngebut. Karna Iki bawa jas hujan jadi kita kaga usah ngebut jalannya :D. Walaupun waktu sudah malam, sudah mulai kedinginan, banyak mobil besar yg bikin air di jalan lompat ke kita, tapi kita tidak berhenti sebelum nyampai ke rumahku. Sudah di pastikan besoknya pasti flu :D. 


Foto - foto kami saat di Air Terjun Tayak :



















Foto - foto kami saat di Festival Dayak Desa Kapul :





Foto - foto kami saat di Tugu Waluh Juai :








2 komentar: