Rabu, 15 Maret 2017

RIAM BADANGSAR



Riam Badangsar adalah sebuah riam yang terletak di desa Batu Panggung, Kec. Haruyan, Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Riam Badangsar ini adalah sebuah riam atau air terjun yang terlihat seperti sebuah seluncuran dengan berbahan batu alami. Riam Badangsar tidak begitu sulit untuk di temukan, karna letaknya tidak begitu jauh dari pinggiran jalan, hanya sedikit mengikuti aliran arus sungai yang di mulai dari bendungan kecil tibalah di Riam Badangsar. Riam Badangsar terdiri dari 2 tingkat, tingkat pertama riamnya tidak begitu tinggi, namun tempat jatuhnya air lumayan dalam, hanya di tengah saja yang dangkal karna ada batu yang tinggi. Sedangkan tingkat yang ke dua riamnya lumayan tinggi dan tempat jatuhnya air bisa di bilang dangkal. Biasanya tingkat yang ke dua inilah yang sering di perkenalkan. Aliran air pada Riam Badangsar di mulai dari aliran air pada bendungan kecil hingga ke riam badangsar tingkat pertama dan tingkat yang ke dua, bisa di bilang tiga kali jatuhnya air. Di tempat ini yang harus di waspadai salah satunya adalah bebatuan yang tidak di aliri air, karna bebatuannya terkadang licin hingga membuat kita terpeleset jika tidak berhati-hati.


Info Perjalanan :
Barabai ke Haruyan :
  • Start dari Tugu Simpang Tiga Burung Anggang di Kelurahan Bukat.
  • Terus lurus menuju arah Kota Banjarmasin.
  • Melewati desa Bawan – Pajukungan – Durian Gantang – Sungai Rangas – Pantai Hambawang Timur – Pantai Hambawang Barat.
  • Melewati Terminal Pantai Hambawang.
  • Di sekitar terminal ada pertigaan, pilih arah lurus (jika ke kanan menuju Kota Amuntai).
  • Melewati desa Tabudarat Hulu.
Memasuki Kecamatan Haruyan :
  • Melewati desa Kapuh dan desa Barikin.
  • Di desa Barikin akan menemukan perempatan yg di atasnya ada penunjuk arah ke Loklaga, pilih arah ke kiri. (Jika lurus menuju Kota Kandangan, jika ke kanan menuju ke Kecamatan Labuan Amas Selatan).
  • Melewati desa Andang dan desa Haruyan.
  • Di sekitar desa Haruyan ada perempatan, tetap pilih arah lurus menuju Loklaga (Jika ke kiri menuju desa Haruyan Seberang , jika ke kanan menuju Kecamatan Telaga Langsat ).
  • Melewati desa Lokbuntar.
  • Di sekitar desa Lokbuntar ada pertigaan, pilih arah sebelah kanan (jika ke kiri menuju desa Haruyan Seberang).
  • Melewati desa Pengambau Hulu.
  • Melewati Bendungan Muui dan Jembatan Besi.
  • Memasuki desa Sungai Harang.
  • Melewati Wisata Loklaga Ria.
  • Jika ada pertigaan pilih arah ke kiri (jika ke kanan menuju Loksado).
  • Memasuki desa Batu Panggung.
  • Terus lurus hingga menemukan pemukiman penduduk.
  • Jika ada pertigaan tetap pilih arah lurus (jika ke kiri menuju Wisata Pagat Batu Benawa).
  • Melewati Bukit Ambilik dan SMPN 2 Haruyan.
Menuju lokasi :
  • Dari sini dapat di tempuh sekitar ± 12 menit.
  • Terus lurus melewati 2x jembatan kecil/jembatan kuning.
  • Hingga tiba di jembatan kecil/jembatan kuning yg ke 3.
  • Parkir motor di pinggir jalan sekitar jembatan, karna ini bukan wisata resmi jadi tidak ada yg jaga parkir.
  • Dari jembatan kecil/jembatan kuning yg ke tiga lihat di sebelah kiri jalan ada sebuah sungai dengan bendungan kecil.
  • Telusuri sungai tersebut dengan mengikuti arah arus hanya beberapa meter, nanti akan menemukan Riam Badangsar tingkat atas.
  • Telusuri sedikit lagi akan menemukan Riam Badangsar tingkat bawah.
  • Dalam menelusuri sungai harus berhati-hati, karna batu-batu di sekitar sini lumayan licin.
 

My Diary / My Story :

Waktu kesini kita pergi dengan jumlah 5 orang : Aku, Saidi, Jumadi, Iki, dan Rifki. Menyambung kisah sebelumnya, setelah kita turun dari Bukit Ambilik, kita lanjutkan perjalanan menuju Riam Badangsar. Tidak terlalu jauh, hanya melewati 2 jembatan kuning dan di sekitar jembatan kuning yg ke 3 lah kita parkir motor. Setelah itu kita lakukan pengamanan terhadap motor dulu, karna disini kaga ada yg jaga parkir :D. Setelah menengok ke kiri jalan ternyata ada bendungan kecil, akhirnya kita menuju ke situ dan letakin barang2 di sekitar situ :D. Karna kaga nahan lagi liat air bening yg mengalir, akhirnya aku cemplong duluan ke sungai dan langsung rebahan di sana, begitu sejuk dan segar rasanya berada di sini :D.

Next... Yg lain kemudian nyusul menjelajahi sungai. Di batu2 sekitar sini memang licin, aku sempat tedangsar (kepeleset) di sini, untung kaga ape2 :D. Belum juga nyampai ke Riam Badangsarnya, udah mulai kaga nahan acara cekrek2 nya :D. Kalau bawa HP di sini lebih baik pake waterproof, karna batu2 di sini agak licin, bahaya kalau nanti tedangsar dan HP nya ke cemplong :D. Di Riam Badangsar tingkat pertama ada lubang batu yg besar seperti palung, jadi harus hati2 kalau lewat sini :D. Alangkah baiknya kalau lewat sini kita harus saling tolong-menolong, apalagi kalau ada cewek :D. Next… setelah sampai di Riam Badangsar tingkat yg ke dua kita mulai lagi acara eksis2 nya  :D. Agak lama cekrek2 nya di sini sampai Saidi mulai kedinginan :D. Akhirnya setelah puas di tingkat yg ke dua kita lanjutkan lagi main di tingkat yg pertama walaupun agak berbahaya :D, tapi masih bisa dapetin banyak foto :D. Setelah puas di sini, kita menuju ke bendungan kecil tempat letakin barang2. Di sini HP Saidi kaga sengaja ke cemplong ke air, jadi error dahh, terpaksa HP nya harus di operasi. Next.. Aku sama Rifki masih sempat2 aja eksis di bendungan kecil ini, yg lain udah pada siap2 mau pulang :D.

Setelah perasaan kaga ada yg ketinggalan lagi, akhirnya kita pulang lewat jalur Batu Panggung ke Pagat, setelah sampai di desa Pasting Iki ketemu dengan temannya dan ngobrol2 sebentar. Kita sebenarnya mau eksis2 disini, tapi waktunya kaga memungkinkan, akhirnya kita lanjutkan perjalanan sambil over2an HP buat kirim2an foto :D. Dan tibalah kita di persimpangan dekat TMP Kusuma Bangsa (Makam Pahlawan) di desa Pagat. Akhirnya kita berpisah dan pulang sesuai jalur masing2 :D.


Foto-foto kami saat di Riam Badangsar :





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar