Air Terjun Mandin Tangkaramin
merupakan sebuah air terjun yang terletak di desa Malinau, Kec. Loksado,
Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Air Terjun Mandin Tangkaramin
merupakan aliran air terjun yang terlihat seperti pancuran, karna di bawahnya
terdapat batu yang besar sehingga jatuhnya air akan mengenai batu, bukan pada
aliran sungai. Batu besar di bawah tersebut namanya adalah Batu Manggu Masak. Air
terjun ini tingginya sekitar ± 13 meter dan disekitarnya terdapat batu-batu
besar dan tanah merah.
Konon air terjun ini menyimpan legenda
tentang Bujang Alai yang gagah perkasa dan sombong serta Bujang Kuratauan yang
sederhana dan baik hati. Pada suatu hari Bujang Alai sangat iri kepada Bujang
Kuratauan yang selalu menjadi panutan warga di lingkungannya, akhirnya ia
menantang Bujang Karatauan untuk bertarung di Mandin Tangkaramin. Setelah
pertarungan selesai Bujang Kuratauan lah yang menjadi pemenangnya, sedangkan
Bujang Alai telah meninggal dunia. Karna kerabat dan keluarga Bujang Alai tidak
terima dengan kematiannya, akhirnya mereka menuntut balas terhadap Bujang
Kuratauan. Pada akhirnya dengan beberapa strategi yang di buat oleh Bujang
Kuratauan dan warga sekitar, mereka berhasil menjebak semua keluarga dan
kerabat dari Bujang Alai hingga terjatuh ke Mandin Tangkaramin, tak ada lagi yang
tersisa dari mereka, mereka semua telah tiada. Darah mereka bercucuran di
sekitar bebatuan pada Mandin Tangkaramin
sehingga batu-batu tersebut menjadi merah semerah kulit manggis. Akhirnya batu
tersebut di beri nama oleh warga sekitar dengan nama Batu Manggu Masak.
·
Info Perjalanan :
Barabai ke Kandangan :- Start dari perbatasan Kota Barabai-Kandangan (Kabupaten HST-HSS).
- Terus lurus menuju arah Kota Kandangan.
- Melewati desa Bamban Utara – Bamban – Bamban Selatan – Angkinang – Angkinang Selatan – Pakumpayan – Bakarung – Gambah Luar.
- Nanti ada pertigaan seperti huruf “Y” pilih arah ke kiri.
- Terus lurus melewati Waterboom Kandangan dan Terminal Bus Kandangan.
- Ketemu lagi pertigaan di tengahnya ada Bundaran Ketupat, pilih arah sebelah kiri menuju Loksado (jika ke kanan menuju Kota Kandangan).
- Start Tugu Bundaran Ketupat.
- Jika dari arah Kota Barabai pilih ke kiri, jika arah dari Kota Rantau pilih ke kanan.
- Ada perempatan lagi pilih arah sebelah kiri menuju Loksado (jika lurus menuju jalan alternatif ke Kota Rantau, jika ke kanan menuju Kota Kandangan).
- Terus lurus melewati desa Karang Jawa Muka – Karang Jawa – Kaliring – Jembatan Merah – Padang Batung – Batu Bini.
- Melewati Gunung Batu Bini.
- Ada pertigaan seperti huruf “Y”, pilih arah ke kanan (kalau sebelah kiri menuju Desa Madang/Tayub).
- Melewati TMP Pusara Bakti Banua.
- Melewati desa Mawangi.
- Melewati desa Halunuk dan desa Panggungan.
- Memasuki desa Lumpangi.
- Terus lurus melewati tanjakan yg sangat tinggi, jalannya menikung ke arah kiri lalu ke kanan (bagi yg belum pernah kesini pasti terkejut :D)
- Jika ada pertigaan di desa Lumpangi pilih arah sebelah kanan menuju Batulicin (kalau lurus menuju arah Loksado).
- Melewati Jembatan dan Wisata Bukit Langara.
- Terus lurus sekitar ± 12 km lagi.
- Di sebelah kanan nanti ada jalan kecil yang ada penunjuknya menuju Air Terjun Mandin Tangkaramin, masuk ke situ.
- Terus lurus melewati 4 anak sungai.
- Tibalah di tempat parkir.
- Bayar parkir seharga Rp.5.000,- per kendaraan.
- Dilanjutkan berjalan kaki beberapa meter menuju Air Terjun Tangkaramin.
- Tibalah di Air Terjun Mandin Tangkaramin.
My Diary / My Story :
Kali ini kita pergi
dengan jumlah 6 orang : Aku, Yadi, Khaidir, Udin, Iki, dan Jumadi. Waktu ke
sini kita agak telat hampir jam 12 siang karna ada kesibukan masing-masing.
Terutama aku dan Iki. Waktu itu aku sedang membeli beberapa alat keperluan
untuk urusan kerja dan Iki sedang menghadiri acara pernikahan temennya.
Sedangkan Yadi dan Khaidir beranggapan kalau hari ini adalah trip terakhir,
soalnya mereka bakalan masuk kuliah tiap Sabtu-Minggu. Setelah semua berkumpul
kita mulailah perjalanan menuju Loksado dengan mengambil jalan pintas. Aku ikut
Udin, Khaidir ikut Yadi, Iki dan Jumadi pakai motor masing-masing. Setelah
sampai di persimpangan menuju ke Batulicin (dekat Bukit Langara), kita belok ke
sana, kemudian lurus menuju ke desa Malinau. Menurut dari informasi yang ku
dapatkan dari persimpangan tadi menuju Air Terjun Mandin Tangkaramin berjarak
sekitar ± 12 km. Karna agak terlalu jauh kita menyusuri jalan,
akhirnya Iki bertanya dengan salah satu warga di desa Malinau, ternyata
jaraknya masih sekitar 2 km lagi. OK dahh ! Kita lanjutkan lagi, setelah sampai
ternyata ada Plang nya walaupun Udin kelewatan (100 meter) :D. Putar
balik lagi, kemudian kita memasuki jalan kecil.
Udin dan Aku duluan
menelusuri jalan yang kecil tadi beberapa meter. Sementara yang lain nanya dulu
sama anak kecil warga disini, katanya tempat parkirnya memang ada di dalam,
tapi jalannya lagi di tutup, jadi kaga bisa di lewati. Agak bingung juga, aku
kira jalurnya memang kaga boleh di lewati lagi, karna saking penasarannya
akhirnya kita coba ke sana pakai motor. Setelah menulusuri beberapa meter,
lumayan jauh. Ga nyangka ternyata ada perbaikan jalan :D, jalannya lagi di
semen untuk memudahkan pengunjung hingga menuju ke tempat parkir. Akhirnya kita
terdiam cukup lama memikirkan cara untuk bisa lewatin jalan ini. Setelah dapat
solusinya terpaksa Iki, Jumadi, Yadi, dan Udin balik lagi ke tempat sebelum
memasuki jalan kecil tadi, untuk parkir motor di halaman rumah warga biar lebih
aman. Selanjutnya mereka kembali dengan berjalan kaki menelusuri jalan yang
kecil tadi :D. Sementara Aku dan Khaidir menunggu di tempat jalan yang di perbaiki
tadi. Sambil menunggu mereka yg lumayan lama kembalinya kita sambil melakukan
penelitian yang kaga jelas :D. Kelihatannya semen2 untuk jalan di sini baru di
buat, mungkin baru tadi pagi. Nohh.. ternyata ada bekas jejak kaki di semen,
sepertinya jejak kaki anjing. Selain itu di sekitar sini ada jejak2 bekas orang
camping seperti bekas api unggun, mungkin karna letaknya yang strategis
terutama dekat dengan sungai :D.
Setelah yang lain
datang kita lanjutkan berjalan kaki menuju Air Terjun Mandin Tangkaramin lewat
jalan pinggiran2 semen tanpa menginjak semennya. Ternyata jalan yang di semen
belum sampai ke air terjun karna memang harus bertahap mengerjakannya. Sambil
becandaan memang kaga terasa jalannya jauh atau dekat :D . Setelah melewati
empat anak sungai tibalah kita di Air Terjun Mandin Tangkaramin. Sebelum acara
eksis2 di mulai, kita harus mengganjal perut yang sedang lapar dulu dengan
beberapa cemilan yang aku bawa :D. Setelah perut sudah di ganjal kita mulailah
acara eksis2 nya :D. Waktu kita eksis2 Jumadi menemukan sebuah foto cowok dan
kain kafan yang di gantung di tanah merah sekitar pinggiran Air Terjun Mandin
Tangkaramin, entah ada apa cerita di balik foto itu, memang sepertinya menyimpan
misteri, tapi kita tidak terlalu mendalaminya.
Cukup lama kita sudah
berada di sini, ternyata hari sudah pukul 02.00 sore. Akhirnya kita kembali
menuju ke tempat petitipan motor. Setelah sampai di sana kaga enak juga kalau
kaga bayar parkir walaupun ini bukan tempat parkir, selain itu juga numpang
titip helm di rumah acil nih :D. Walaupun
acilnya kaga mau di bayarin, Iki kasih aja dahh sama anaknya yang masih kecil
:D. Sebelum melanjutkan perjalanan, kita nanya dulu sama acil nih tentang wisata
jika melewati desa Malinau dan terus lurus ke arah Batulicin, katanya memang
ada sebuah air terjun di sana, kalau kaga salah letaknya di desa Batung.
Menurut administrasi desa Batung masuk wilayah Kabupaten Tapin, mungkin suatu
hari nanti itu bakalan jadi destinasi selanjutnya :D. Setelah Yadi bagi-bagi
permen kita lanjutkan perjalanan menuju pulang atau ke Bukit Langara :D.
Foto-foto kami saat di Air Terjun Mandin Tangkaramin :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar