Senin, 14 November 2016

BUKIT LANGARA PART. 2



Bukit Langara adalah sebuah bukit atau gunung yang terletak di desa Lumpangi, Kec. Loksado, Kandangan, Kab. Hulu Sungai Selatan.

Bukit Langara merupakan bukit berbatu yang di kelilingi pemandangan yang bagus.  Bebatuan inilah yg menjadi salah satu daya tarik wisata. Selain itu kalian juga dapat melihat panorama sungai Amandit dan Gunung Kentawan dari puncak Bukit. Semua terlihat menakjubkan saat kalian mengabadikan pemandangan yang sangat menarik ini. Jalan menuju kesini sekarang sudah di sediakan akses berupa tangga untuk memudahkan pendakian. Di bawah sebelum pendakian juga sudah di sediakan fasilitas berupa WC umum. Dan untuk menambah daya tarik wisata sebelum jalur pendakian sudah ada sungai yang jernih dan airnya lumayan dangkal untuk mandi ataupun bersih-bersih setelah turun dari puncak bukit.



Info Perjalanan :
Barabai ke Kandangan :
  • Start dari perbatasan Kota Barabai-Kandangan (Kabupaten HST-HSS).
  • Terus lurus menuju arah Kota Kandangan.
  • Melewati desa Bamban Utara – Bamban – Bamban Selatan – Angkinang – Angkinang Selatan –  Pakumpayan – Bakarung – Gambah Luar.
  • Nanti ada pertigaan seperti huruf “Y” pilih arah ke kiri.
  • Terus lurus melewati Waterboom Kandangan dan Terminal Bus Kandangan.
  • Ketemu lagi pertigaan di tengahnya ada Bundaran Ketupat, pilih arah sebelah kiri menuju Loksado (jika ke kanan menuju Kota Kandangan).
Kandangan ke Loksado :
  • Start Tugu Budaran Ketupat.
  • Jika dari arah Kota Barabai pilih ke kiri, jika arah dari Kota Rantau pilih ke kanan.
  • Ada perempatan lagi pilih arah sebelah kiri menuju Loksado (jika lurus menuju jalan alternatif ke Kota Rantau, jika ke kanan menuju Kota Kandangan).
  • Terus lurus melewati desa Karang Jawa Muka – Karang Jawa – Kaliring – Jembatan Merah – Padang Batung – Batu Bini.
  • Melewati Gunung Batu Bini.
  • Ada pertigaan seperti huruf “Y”, pilih arah ke kanan (kalau sebelah kiri menuju Desa Madang/Tayub).
  • Melewati  TMP Pusara Bakti Banua.
  • Melewati desa Mawangi.
Memasuki Kecamatan Loksado :
  • Melewati desa Halunuk dan desa Panggungan.
  • Terus lurus melewati tanjakan yg sangat tinggi, jalannya menikung ke arah kiri lalu ke kanan (bagi yg belum pernah kesini pasti terkejut :D)
  • Memasuki desa Lumpangi.
  • Jika ada pertigaan di desa Lumpangi pilih arah sebelah kanan menuju Batulicin (kalau lurus menuju arah Loksado).
  • Dari pertigaan ini sudah dapat di lihat Objek Wisatanya.
Menuju lokasi :
  • Setelah menuruni jalan dan melewati jembatan besi sampailah di Objek Wisata Bukit Langara.
  • Bayar parkir seharga Rp.5.000,- per kendaraan.
  • Untuk menuju puncak Bukit Langara bayar seharga Rp.5.000,- per orang.
  • Perjalanan ke atas puncak dapat di tempuh sekitar 30 menit.

My Diary / My Story :

Awalnya kita pergi ke sini dengan jumlah 6 orang : Aku, Yadi, Udin, Khaidir, Iki, dan Jumadi. Kita ke sini setelah trip dari Air Terjun Mandin Tangkaramin. Aku ikut Udin, Khaidir Ikut Yadi, Iki dan Jumadi bawa motornya masing-masing. Tibalah kita di tempat parkir menuju Bukit Langara. Sebenarnya aku, Udin, Yadi, dan Khaidir udah pernah ke sini sebelumnya. Tapi karna Iki yang minta, OK dahh kita ke sini lagi :D. Tetapi Khaidir kayaknya kaga bisa, soalnya waktunya mepet karna jam 5 ini udah harus masuk kerja. Sekarang jam udah menunjukan pukul 03.00 sore. Setelah ia minta izin sama Boss nya ternyata kaga di bolehin, akhirnya Khaidir terpaksa harus pulang dengan motor Iki, kaga jadi ikut dahh dia nanjak :( . Sekarang pesertanya hanya tinggal 5 orang. Setelah santai dan becandaan dikit sama warga yang jaga parkir barulah kita mulai ekspedisinya :D. Sebelumnya ada beberapa orang yang nanjak, kita belakangan aja dahh nanjaknya :D.
Kita terus menanjak ke atas, memang kaga terlalu jauh jaraknya, tapi tanjakannya itu terlalu tinggi. Walaupun udah menggunakan tangga tetap aja ngosh-ngoshan :D . Hanya  beberapa langkah istirahat lagi :D. Terutama aku, Jumadi, dan Yadi yang paling banyak istirahat :D. Setelah tiba di sebuah warung kosong yang kaga ada penghuninya, akhirnya kitalah yang menghuni :D. Kita rebahan dan minum air dulu di sini, untung persediaan airnya masih ada, jadi kaga pingsan di tempat, haha.. :D. Di warung kosong ini cuma ada Aku, Yadi, Iki, dan Jumadi. Mungkin Udin udah nanjak duluan. Setelah kita lanjutkan perjalanan, ternyata dia juga nungguin di balik pohon dalam keadaan merenung (mungkin ada masalah dengan kondisi pernapasan :D). Next.. kita lanjutkan nanjaknya, kali ini tanjakannya udah berbatu, artinya udah hampir sampai di atas puncaknya :D. Diperjalanan ini Aku dan Yadi sambil saling mengingatkan masa-masa dulu, dikit-dikit ketawa soalnya momen2 dulu banyak yang lucu2 :D. Waktu itu wisatanya juga sedang naik daun, jadi di sekitar sini terlihat ramai.

Setelah sampai di atas puncak ternyata banyak juga orangnya. Tapi tidak sepadat waktu dulu :D. Sebelum memulai acara eksis-eksisnya kita istirahat dulu seperti udang di balik batu berlindung dari sinar matahari yang terik :D. Kita buka beberapa cemilan dan makan bersama. Disini aku bawa kipas angin kecil yang kaga pakai listrik, tapi anginnya kencang, lumayan untuk mengurangi cuaca panas :D. Yang paling sering menggunakan alat ini adalah Aku dan Udin, bisa di bilang kita gantian pakainya :D.

Next.. Setelah istirahat sejenak Yadi, Iki, dan Jumadi duluan mencari background yang bagus buat eksis, sementara aku dan Udin belakangan nyusul. Setelah semua ketemu kita mulailah acara cekrek-cekreknya :D. Di sini kita sempat pinjam bendera sama kelompok lain buat eksis beberapa babak permulaan :D. Karna ini hampir tanggal 17 Agustus lumayan buat koleksi hari kemerdekaan :D. Setelah selesai pinjam benderanya kita kembalikan lagi pada kelompok tadi. Next.. Kita lanjutkan eksis-eksis pada babak pertengahan, kali ini suasana udah terlihat sepi karna cuma kita aja yang ada disini. Mumpung lagi sepi aku ambil bagian buat selfie2 sendiri, lumayan buat nambah koleksi walaupun muka kaga cakep-cakep amat  :D.  Sebagian juga udah lelah dan bersembunyi di balik batu sambil makan beberapa cemilan yang masih tersisa :D. Kipas angin yang aku bawa tadi juga udah kaga mampu bekerja karna baterainya mulai habis, jadi kalau kepanasan di nikmatin aja panas-panasnya :D. Next.. Kita lanjutkan eksis-eksis pada babak final, kali ini cuaca udah kaga panas lagi. Kita sempat nulis beberapa nama di kertas buat kawan-kawan yang kaga ikut, terus di fotoin dahh kertasnya :D. Setelah waktu udah menunjukan jam 5 sore, kita turun dari sini. Sementara Udin masih sempat selfie2 sendiri buat nambah koleksi :D. Setelah turun dari Bukit Langara kita begitu kelelahan. Akhirnya rebahan dulu di serambi Pos Langara sambil kirim-kiriman foto dan ngobrol-ngobrol. Setelah keadaan udah mulai membaik kita lanjutkan pulang menuju Kota Barabai.


Foto-foto kami saat di Bukit Langara : 
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar